Cara Menentukan Primary Key Pada Sebuah Database

Cara Menentukan Primary Key di Dalam Sebuah Database / basis data
Cara Menentukan Primary Key Pada Sebuah Database
Cara Menentukan Primary Key Pada Database atau Basis data - Bagi kamu yang sudah lama mengutarai dunia database atau basis data pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah primary key. Primary key diartikan sebagai kunci utama atau kunci pertama. Makna dari penggunaan primary key di dalam database ini ialah sebuah tanda yang digunakan agar dapat mengidentifikasi atau menandai suatu nilai data yang ada didalam basis data atau database.

Primary key yang terdapat didalam database merupakan sebuah kode yang sangat penting. Kegunaan dan fungsi sebuah primary key pada sebuah database adalah untuk memudahkan proses didalam pengolahan data. dan primary key ini juga berpera ketika akan menemukan proses data yang dibutuhkan.

Dalam memberikan ketetapan primary key ke sebuah data, data tersebut bisa dibedakan antara mana data utama dan data yang tidak begitu diperhatikan. Hal ini pastinya sangat penting untuk digunakan saat memasukkan data yang hendak kita gunakan.

Untuk dapat mengetahui seperti apakah data yang bisa disebut sebagai primary key, silahkan pahami beberapa cara untuk menentukan data primary key berikut ini.

Cara Menentukan Primary Key di Dalam Sebuah Database

1. Primary key hanya terdiri dari satu data

Hanya satu data yang dijadikan sebagai primary key. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya bahwa primary key merupakan data yang dijadikan patokan didalam sebuah database. Dengan arti lain, hanya satu data saja lah yang dapat di jadikan sebuah patokan.

Jadi, ketika kita hendak menentukan data mana yang ingin dijadikan sebagai primary key, tentunya harus dipikirkan secara maksimal agar nantinya tidak sering terjadi perubahan.

2. Tidak boleh melebihi batas kolom

Sebuah data yang telah ditetapkan sebagai primary key, maka data tersebut tidak boleh membuat kolom terlalu banyak. Maksimal kolom yang dibuat ialah 16 kolom saja. dan jangan lupa untuk memperhatikan juga panjang dari kuncinya. Hindari ukuran yang lebih dari 900 byte. Jika ukurannya melebihi 900 byte, maka akan terjadi kesalahan didalam sebuah basis data / database.

3. Hindari nilai yang sama didalam kolom
Patut diperhatikan bahwa didalam primary key, tidaklah boleh memasukkan data yang yang nilainya sama pada satu kolom. Hal semacam ini disebabkan ketika primary key telah ditemukan, maka data tersebut adalah kunci ketika nilai data akan dipanggil kedalam sebuah data. Jika dianalogikan, nomor yang terdapat pada primary key sama dengan sebuah nomor ID yang digunakan seperti pada nomor rekening, nomor KTP, nomor NISN, dan data-data lainnya.

4. Kolom yang sudah ditandai primary key tidak boleh kosong

Pada kolom yang diartikan sebagai primary key, maka defenisi primary key tersebut bersifat not null. Maksudnya, nilai yang terdapat pada kolom yang telah di tanda sebagai primary key harus selalu di isi nilai atau tidak boleh kosong. Error akan terjadi jika kolom pada primary key tidak diisi.

5. Data pada Primary key tidak boleh bertipe BLOB

Meski banyak data yang dapat dijadikan sebuah primary key, namun tidak semua data bisa dijadikan sebagai primary key. Contohnya ialah data yang dimasukkan ke BLOB. Binary Large Object (BLOB) ini merupakan sebuah data yang disimpan pada bagian entitas didalam sebuah database menagement system.

Data yang disimpan didalam BLOB berupa data-data yang sifatnya multimedia. Seperti, bisa berbentuk suara, berbentuk gambar, bahkan bisa berbentuk suara. BLOB ini juga dapat menampung data-data berbentuk file seperti dokumen dalam eksistensi apapun.

Untuk BLOB sendiri memang tidak bisa dijadikan sebuah primary data. Karena, seperti yang telah diterangkan sebelumnya bahwa primary data lebih bersifat seperti ID. Sedangkan untuk BLOB menggunakan data yang dapat diubah-ubah dan tidak tetap.

0 Response to "Cara Menentukan Primary Key Pada Sebuah Database"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel